[Review] The Himalayas

Kali ini, gue akan coba review FILM KOREA. Kenapa Film Korea? Karena nggak ada drama korea yang menarik buat ditonton. Entahlah, gue yang belum bisa move on dari Goblin, atau memang kebetulan pasca Goblin, nggak ada drama korea yang menarik. Berasa temanya monoton aja gitu, kecuali Tomorrow With You tentunya yang tiap minggu masih gue ikutin. Kalah sama awal 2016, yang langsung dibuka drama sekelas Signal. Jadi, karena itulah gue mencari pelarian hiburan lain yang bisa mengisi kekosongan tontonan, dan pilihan jatuh ke: FILM KOREA. Jadi sepertinya beberapa postingan gue selanjutnya akan berisi tentang review amatiran gue tentang film- film korea yang gue udah tonton.

Udah lebih dari 10 Film Korea yang gue tonton selama beberapa minggu terakhir ini. Gue benar- benar milih mana Film Korea yang akan gue tonton. Gue pilih berdasarkan film- film mana aja yang nembus 10 juta penonton di Korea (konon katanya, salah satu tolok ukur film korea diterima/tidak oleh warga Korea sana adalah apakah film tersebut berhasil nembus 10 juta penonton atau tidak, red). Gue juga pilih berdasarkan film-film mana aja yang berhasil menang di katagori best movie di Blue Dragon Awards, lalu selanjutnya kalo pemenangnya sudah ditonton semua, sesekali coba film- film yang berhasil masuk nominasi. Gue untuk sementara menghindari film- film rekomendasi yang di awal review-nya udah muji- muji betapa gantengnya sang aktor, karena menurut gue itu bias banget. Ganteng itu relatif, jalan cerita bagus itu pasti.

Nah, film korea pertama yang akan gue coba review adalah: THE HIMALAYAS.

The_Himalayas-a000

Sinopsis:

“Mountaineer Uhm Hong-Kil and his expedition team go to the Himalayas to find the body of Park Moo-Taek.” – Asianwiki

Sinopsis di atas gue ambil dari asianwiki, dan menurut gue sinopsis ini SANGAT AMAT MENGANDUNG SPOILER YANG SANGAT AMAT PENTING NGAPAIN DAH PAKE DISEBUTIN BAGIAN YANG ITU. :”)

Buat yang udah pernah nonton film Everest, film ini mungkin udah nggak asing lagi karena lokasi syutingnya pun sama. Dari judulnya pun udah ketahuan kan kalo film ini akan banyak bercerita tentang perjuangan para pendaki gunung di tengah medan pendakian yang sulit ditebak. Dan oiya, film ini diangkat dari kisah nyata juga.

Film ini bercerita tentang pendaki senior, Uhm Hong Kil yang sudah menakhlukkan gunung- gunung tertinggi di dunia. Sampai suatu hari, dia bertemu dengan pendaki gunung yang masih baru bernama Park Moo Taek. Interaksi keduanya khas senior-junior banget, senior yang nggak suka sama junior yang dinilai masih belum matang, dan junior yang ngejar- ngejar senior supaya bisa dimasukkan ke dalam tim pendakian. Tapi, justru Park Moo Taek-lah yang malah menemani Uhm Hong Kil menakhlukkan sisa gunung- gunung tertinggi yang belum didaki oleh Uhm Hong Kil. Pokoknya mereka jadi sohib banget lah. Hingga pada suatu hari, Uhm Hong Kil udah nggak bisa mendaki gunung lagi karena cidera kaki yang kalo dipaksakan akan berakibat fatal. Nah, ketika Uhm Hong Kil pensiun, Park Moo Taek-lah yang menggantikan dia jadi team leader di timnya. Tapi ketika untuk pertama kalinya Park Moo Taek jadi team leader, dia justru dinyatakan hilang saat pendakian. Nah, film ini bercerita tentang bagaimana perjuangan Uhm Hong Kil mengumpulkan teman- temannya (yang sudah tua & pensiun mendaki) untuk mencari Park Moo Taek.

Film ini gue kasih nilai 4/5. Dan 5/5 untuk akting Hwang Jung Min dan Jung Woo. Mereka berdua berhasil membawakan karakter Uhm Hong Kil & Park Moo Taek dengan sangat baik. Kalo Hwang Jung Min sih nggak usah diragukan lagi lah yah aktingnya. Sebagian film yang gue tonton pasti ada dia. Sampai tiap mulai nonton, gue nyeletuk “EH DIA LAGI!”. Film ini juga terasa lebih hidup berkat Jung Woo. Dialog- dialog lucu berhasil dia sampaikan sehingga film ini nggak terlalu serius banget, ada unsur komedinya juga. Adegan favorit gue pas Park Moo Taek dan 1 temannya dikerjain sama senior-senior pendaki sebagai syarat bisa gabung ke tim mereka. Film ini sepertinya akan lebih relevan kalo ditonton oleh pendaki gunung. Karena film ini sarat akan makna persahabatan antar pendaki, jadi enaknya ditonton rame- rame kali ya (lalu nangis rame-rame pasti, red). Dan buat yang suka film- film bertemakan pendakian gunung, film ini WAJIB ditonton karena selain jalan ceritanya yang bagus, pengambilan gambar di film ini juga indah. Jadi, AYO DITONTON!

Tagged , ,

[Review] Goblin

Setelah berapa tahun? 2 tahun? WHAT?!? (Duh, lo ngapain aja sih, red) dan akhirnya gue bisa kembali lagi menulis di blog yang kalo ibarat rumah, ini pasti kusen, pintu & pagarnya udah diambilin orang karena nggak pernah ditengokin sama yang punya.

Postingan pertama (setelah sekian lama menjadi pemalas, red) akan gue dedikasikan untuk #Goblin. JENG JENG JENG!

C2td1ZEUoAAX2sH

Sebagian besar postingan terakhir di blog ini hampir semuanya tentang Jepang, dan setelah lumayan lama nggak nulis, gue balik lagi dengan ngebahas KOREA. Hahaha. Banyak yang terjadi selama 2 tahun gue tidak menulis, salah satunya adalah perubahan selera tontonan gue yang sekarang jadi suka banget nonton drama korea. (Semoga selama nulis tentang hal-hal berbau jepang, gue tidak sekalipun menjelekkan drama korea. Kalopun ada, anggap aja gue ketula, red)

Kayaknya selama sejarah nonton drama korea (yang mana kayaknya baru 1 tahun belakangan ini), baru drama Korea ini yang berhasil membuat gue untuk pertama kalinya beli CD Album OST-nya, yang mana buat gue pribadi itu adalah sebuah pencapaian.

Alasan utama gue nonton juga mungkin sama dengan kebanyakan penonton lain: tak lain tak bukan GONGYOO (My Lafff!). Semenjak nonton Train to Busan, pesona Gongyoo di mata gue itu abadi. Jadi, pas beliau konfirmasi akan main drama lagi, WAAH JANGAN TANYA SENENGNYA KAYAK APA! Karena jujur, sebelumnya gue belum pernah nonton drama-nya Gongyoo. Semenjak terkesima di Train to Busan, gue mencoba untuk menonton drama- drama dia. Tapi karena berbagai macam alasan, jadinya malah nggak mau nonton. Coffee Prince? Enggak mau (alasannya klise banget sih: nggak suka lawan mainnya). Big? Enggak (karena banyak yang bilang ceritanya berantakan, ratingnya jelek, dan GongYoo pun katanya trauma main drama karena drama ini, tapi nggak tahu juga sih benar atau enggak). Jadi, #Goblin ini bisa dibilang karya ke-2 GongYoo yang benar- benar gue nikmati, setelah Train to Busan tentunya.

Goblin ini genrenya Fantasi. Kadang gue selalu beranggapan kalo Goblin ini dibuat khusus buat gue (SIAPA ELO!?!). Perpaduan GongYoo dengan genre fantasi itu MANIS. Dan setelah nonton, perpaduan manisnya nggak cuma tentang GongYoo dan fantasi saja, tapi juga Kim Go Eun (female lead-nya), Lee Dong Wook (second lead), sinematografi yang bagus banget, OST yang menkoyak-koyakkan jiwa raga (NGGAK BOHONG meskipun mungkin LEBAY) dan bromance Goblin & Grim Reaper yang semakin memperkuat unsur komedi dalam drama ini.

Tanpa perlu panjang lebar menjelaskan jalan ceritanya (karena 1) gue malas; 2) EMANGNYA ADA YG BELUM NONTON KOK BISA NGGAK TAHU? J ; 3) Internet mempermudah segala urusan, termasuk mempermudah kita akses ke halaman wikipedianya Goblin; dan 4) takut nggak sengaja spoiler bagian penting drama ini), gue bakal nulis apa saja hal- hal yang membuat gue bisa sedemikian cintanya gini sama drama ini.

Goblin dengan mudah menduduki posisi No. 1 drama korea favorit sepanjang masa versi gue:

  1. Goblin [tvN];
  2. Reply 1988 [tvN];
  3. Signal [tvN];
  4. Misaeng [tvN];
  5. Age of Youth [JTBC];
  6. Another Oh Hae Young [tvN];
  7. Lets Eat [tvN];
  8. Tomorrow With You [tvN];
  9. 38 Task Force [OCN];
  10. Voice [OCN].

Bukan, ini BUKAN list drama korea favorit sepanjang masa KHUSUS TV kabel. Ini list drama korea favorit sepanjang masa, baik di TV berbayar maupun TV tidak berbayar. Mungkin kebetulan aja semua drama favorit gue ada di tv kabel/berbayar. (Tapi saran gue, kalo mau nyari drama yg LEBIH berkualitas, coba cari drama-drama tv kabel aja). Berikut beberapa hal yang gue suka dari #Goblin:

  1. GongYoo

Bicara tentang GongYoo kayaknya nggak akan ada habisnya. Butuh beberapa postingan kayaknya kalo ngomongin GongYoo. Intinya, penantian gue, lebih tepatnya kita semua, untuk menyaksikan GongYoo di layar kaca TERBAYARKAN. GongYoo balik ke layar kaca digandeng dengan tvN (yang pastinya akan berkualitas) dan ceritanya pun ditulis oleh Kim Eun Sook (yang karya- karya sebelumnya sudah diakui kualitasnya di Korea).

  1. Kim Go Eun

Setelah tahu GongYoo DIPASTIKAN main drama lagi (setelah 5 tahun lamanya menunggu), gue sama sekali nggak mikirin siapa female lead-nya, karena sesaat dengar GongYoo akhirnya kembali ke layar kaca itu udah cukup dijadikan alasan kuat buat nonton, SIAPAPUN female lead-nya. Setelah nonton episode 1, GUE SENANG SAMA FEMALE LEAD-nya. Berhubung gue belum nonton Cheese in the Trap, jadi ini benar- benar pengalaman pertama yang menyenangkan mellihat Kim Go Eun di Goblin. Aktingnya BAGUS. Dia berhasil memainkan karakter anak SMA secara natural (sampe yang beneran anak SMA aja minder kayaknya).

Tapi yang paling gue suka dari Kim Go Eun adalah chemistrynya bersama GongYoo. Duh ampun lah, chemistry dia sama GongYoo ini kok bisa bagus banget gitu sih. Kayak pacaran beneran (#EAAAA terindikasi shipper GongYoo-Go Eun nih kayaknya).

  1. Sinematografi

Bohong rasanya kalo udah pernah nonton Goblin, tapi nggak ngeliat keistimewaan sinematografi dari drama ini. Scene yang diambil Quebec, Kanada itu luar biasa cantik. Belum lagi scene- scene lainnya yang diambil di Korea. Coba deh iseng aja secara random screenshot salah satu episode Goblin. Hasil screenshotnya pasti bagus (ini lebay sih, red)

  1. Original Soundtrack

Kayaknya baru kali ini gue nonton drama korea lalu 15 lagu yang dipakai untuk OST drama tersebut GUE SUKA SEMUA. Bahkan salah satu OST Part 11 yang judulnya “Winter is Coming” isinya hanya humming aja GUE SUKA. Tapi, Kalo disuruh urutin dari 15 lagu yang menjadi OST drama Goblin ini mana yang paling sering gue putar, listnya pasti begini:

  1. I will Go To You Like The First Snow.
  2. Winter is Coming
  3. Heaven
  4. Love
  5. Who Are You
  6. Stuck in Love
  7. You are so Beautiful
  8. My Eyes
  9. First Snow
  10. Wish
  11. Round and Round
  12. Beautiful
  13. Hush
  14. Stay With Me
  15. And I’m here
  1. Bromance Goblin & Grim Reaper

Gue sering menemukan orang- orang yang suka Goblin karena bromance antara GongYoo (Goblin) dan Lee Dong Wook (Grim Reaper). Gue juga suka bromance mereka, meskipun bukan alasan yang utama. Kayaknya nggak ada scene yang lebih receh daripada scene mereka berdua. Kalo mereka berdua (sering juga bertiga dengan Deokhwa, keponakan Goblin) itu muncul berarti kita harus bersiap- siap dengan joke receh yang meskipun nggak lucu tapi kalo lihat muka mereka, nggak tahu kenapa jadi lucu banget.

Jadi buat siapapun yang suka drama korea tapi belum nonton Goblin, AYO TONTON! Dan buat yang tertarik untuk masuk ke dalam jurang drama korea (dan pastinya butuh usaha keras buat keluar, red) dan bingung harus dimulai dari mana, gue sarankan mulai dari nonton Goblin deh. Tapi, kalo yang belum pernah nonton drama korea, lalu drama pertama yg ditonton adalah Goblin, itu pasti susah sih, karena habis itu pasti bingung mau nonton drama lagi. Karena, ITULAH YANG GUE ALAMI. Soalnya agak susah nyari drama bagus setelah Goblin apalagi kalo standar yang elo pake itu Goblin. Wah susah itu.

Kalopun ada, gue rekomendasikan drama yang judulnya Tomorrow With You, drama yang ngisi slot tayang Goblin setelah Goblin tamat. Nggak sebagus Goblin, tapi lumayan bisa mengisi kekosongan pasca Goblin tamat. Karena sampai tulisan ini ditulis dramanya masih tayang, jadi review drama ini akan gue tulis di postingan lain. Itupun kalo saya nggak males & ingat. Tapi, tenang aja, Lesung Pipi Lee Je Hoon insya Allah akan mengalahkan semua rasa malas gue.

Tagged , , ,

Akhirnya Kembali (Tapi Bukan Dari Pertapaan)

Percayalah, untuk posting tulisan ini, gue butuh reset password karena UDAH LUPA PASSWORD BLOG SAYAAA!!! T-T

Pas ngeliat kapan terakhir saya nulis, itu… Januari? 😐

Padahal dulu salah satu resolusi tahun ini adalah ngurusin blog, biar gue bisa menyisihkan waktu untuk nulis. Kalo nurutin kerjaan sih, nggak ada habisnya, kapan gue nulisnya. 😀

Baiklah,

Salah satu alasan kenapa gue jadi jarang nulis mungkin kerjaan gue yang teramat padat. Alhamdulillah.

Tapi Kabar buruknya lagi, GUE UDAH JARANG BANGET NGIKUTIN ARASHI.

Tapi bukan berarti gue benar- benar “meninggalkan” gemerlap Arashi. Gue tetep download apapun yang berkaitan tentang Arashi. Tapi nggak sempat ditonton. Mungkin ratusan video Arashi yang udah gue download tahun ini, tapi bisa dihitung pake jari berapa video yang benar- benar gue tonton FULL dari awal sampai habis.

Tapi, sebenernya alasan gue jadi “jauh” sama Arashi bukan hanya karena urusan kerjaan. Tapi karena….

Gue ngikutin banyak TV Drama dalam beberapa bulan terakhir ini.

Gue sibuk ngikutin Sherlock, Criminal Minds, Lie To Me, NCIS, Person of Interest, Elementary, House of Cards, dan nerusin HIMYM.

HAHAHAHAHA….

Banyak kan? Nah itu dia mungkin alasan gue jadi jarang nonton Arashi.

Semenjak gue ditugaskan di bagian investigasi, gue jadi banyak tertarik sama penyelidikan. Makanya kebanyakan TV Drama yg gue tonton pun berhubungan sama kepolisian, penyelidikan,  pemeriksaan dsb. Biasalah, lagi seneng-senengnya Hahaha

APA ITU DUNIA MARKETING?!?! Di beberapa posting sebelumnya,  gue pernah cerita kalo gue anak marketing, tapi ujungnya masuk investigasi. KOK BISA? Gue juga nggak tahu. hehehe Mungkin itu udah jalan dari yang diatas #Tsaaah

Jadi, doakan saya, supaya tetap setia sama Arashi, kerjaan saya lancar dan bisa lebih sering lagi posting di blog ini.

Padahal yaah, banyak banget yang mau gue tulis. Anniversary Arashi ke-15, Maotsujun, Riida, Nino, konser LOVE, Mr.Cumberbatch, Chelsea FC, vs Arashi, Shiyagare, dll. Tapi, daripada gue mesti reset password lagi, kayaknya emang harus mulai membiasakan diri buat nulis, supaya gue nggak menjadi orang yang membosankan suatu hari nanti. hahaha

Kecewa? Komplain? Kecewa lagi? Komplain lagi? Duh.

Kecewa? Komplain? Kecewa lagi? Komplain lagi? Duh.

Banyak yang komplain sama PV Bittersweet. Buat gue, yang sama sekali nggak punya ekspektasi apa-apa untuk PV ini, puas- puas aja. Dan Gue bukan sok suportif sama Arashi. Saran dari gue, nunggu single atau PV dari Arashi itu kalo bisa jangan punya ekspektasi apa-apa. Yah, nikmatin aja. Toh, kecewa sama PV Arashi bukan yang pertama kali kan? Kenapa nggak belajar bikin strategi mengatasi kekecewaan?

Nikmati aja, mumpung Arashi masih diberikan banyak kesempatan buat ngerilis single, album, dvd dan sebagainya. Nggak mau kan, kalo Arashi kayak grup Johnnys lain yang kadang bikin kita bingung, ini grup masih ada atau enggak, karena nggak pernah ngerilis apa-apa.

[Preview] Shitsuren Chocolatier Episode 4~

Buat yang bertanya- tanya, ini preview darimana, Ini preview Shitsuren Chocolatier episode 4 dari Hapikuru (bukan dari episode 3)

Image

 

Saeko dan Souta akhirnya nge-date~ (Dan nggak tahu kenapa, gue terharu ngeliat Saeko ngerangkul tangan Souta. Akhirnya, Souta, Perjuanganmu~. Meskipun gue nggak tahu ini imajinasi Souta atau nyata sih. Emang kadang bikin rancu nih )

Daaannnnn………………….

Image

SATOMI DAPAT KISS SCENE LAGI DONG DARI MATSUJUN!!!!!

Padahal baru episode 4, dia udah 5x aja kiss scene sama Matsujun, bingung harus seneng atau sedih. :/

 

 

Tagged , , , ,

[Review] Shitsuren Chocolatier Episode 3

Saya masih senyum-senyum habis nonton Shitsuren Chocolatier episode 3.

Episode 2 belum di review, tapi rasanya mau review episode 3 duluan. (Alasan sampai sekarang belum berani review episode 2 adalah gue masih belum kuat buat ngereview adegan Matsujun sama Kiko)

Episode 3 dimulai dengan scene hentakan sepatu cewek yang lagi jalan menuju “Choco la vie”. Beberapa orang mungkin nyangka kalo itu Saeko, tapi gue menebak bener kalo itu Elena. Saeko nggak mungkin jalan secepat dan “setomboy’ itu. Itu pasti Elena.

Elena dateng cuma minta dipeluk sama Souta doang dong. hahaha Tapi, timing Elena dateng ke Choco la vie ini pas banget dengan kedatangan Saeko yang udah lebih dari 1 bulan nggak dateng. Sekalinya dateng, ngeliat Souta pelukan sama cewek lain. Sukurin.

Dan kegoblokan Souta kembali lagi terjadi di scene selanjutnya, yaitu pas Saeko bilang kalo Souta itu ex-boyfriendnya. DIA SENENG BANGET DONG… Ada cowok semanis Souta nggak sih di dunia ini. :”)

Episode ini juga lumayan banyak ngebahas kisah cintanya Olivier ke Matsuri. Untung Olivier dan Matsuri ini orangnya menyenangkan juga karakternya, jadi seneng ngeliat kisah lain di luar kisah Souta.

Olivier juga akhirnya ngaku kalo dia “one-sided love” juga kayak Souta. Terus Souta meluk punggung Olivier karena sama-sama ngerasain sedihnya “one-sided love” itu. Lucu deh. Dalam hati gue, “IYA DEH YANG SENIOR”…  Tapi Souta ini manis, dia ngomong, “Kenapa orang-orang harus ngerasain yang namanya “one-sided love”. Cukup gue aja” katanya….

Di episode ini juga banyak scene Kaoruko dan Saeko yang lucu banget, terutama pas Kaoruko sadar kalo dia tertinggal jauh banget sama Saeko kalo urusan cowok. hahaha

Di episode ini juga muncul BGM baru, pas Souta lagi ngeliat-ngeliat majalah buat belajar bikin pan au chocolate. Itu bgm-nya mirip banget sama salah satu track di ost Kagi no kakatta Heya. Iyalah, samaan. Namanya juga yang bikin orangnya sama. Tapi, lumayan nostalgia juga sih, jadi kangen sama Enomoto.

Gue paling suka sama scene Souta- Elena di kamar Elena. Mereka berdua imut banget. Kadang gue mikir, mendingan Souta sama Elena ajah. Elena bilang ke Souta, kalo kita ngebayangin kisah cinta itu, harus dipikirin cara yang paling manis, misalnya Elena nyeritain kisah Souta, “ Saeko-san ngelawan suaminya, dan lebih milih makan Cokelat buatan Souta. Dan setiap saeko makan cokelat buatan Souta, dia selalu membayangkan gimana rasanya Souta”…

Dan ternyata imajinasi Elena itu Kenyataan… di Scene selanjutnya, pas suami Saeko ngajak tidur, Saeko nggak mau karena lagi makan cokelat buatannya Souta.

Kalo Souta ngebayanginnya, “Souta nggak ngizinin Saeko dateng ke Choco la vie karena dia belum bisa bikin Pan au chocolate, tapi Saeko ngaku kalo dia udah nggak peduli lagi sama cokelat dan sebagainya, karena yang dia mau itu Souta.” 

Dan ternyata, imajinasi Souta juga hampir jadi kenyataan…

Disini juga Saeko cerita ke Kaoruko, kalo nggak semua cowok yang dia targetin itu dia dapatkan. Saeko cerita, Ada cowok yang dia kira suka sama dia, dan dia sengaja pake short skirt dan dateng ke rumah cowok itu, tapi ternyata si cowok nggak ngapa-ngapain dia. Saeko cerita sambil ngeliatin Souta. Dan gue berkesimpulan kalo cowok itu Souta di episode 1. Sekarang sadar kan kenapa Saeko pake short dress pas dateng ke rumah Souta. Ternyata dia emang awalnya pengen “diapa-apain” sama Souta, tapi ternyata Soutanya nggak ngapa-ngapain. Emang dasar nih cewek, Jual mahal banget. Saeko juga ngomong, “kalo cowok itu ngapa-ngapain dia pas itu, mungkin hidup dia bakal berubah”. Gue berasumsi kalo misalnya Souta beneran ngelakuin apa yang dia bayangkan, Saeko bakal berubah pikiran untuk nikah. Saeko itu nikah karena dia marah sama Souta karena Souta nggak tertarik ngapa-ngapain dia pas itu.

*ngomong apa gue barusan* -___-

Saeko di episode ini juga ngajak Souta ngedate, Tapi ditolak sama Souta. Saeko langsung manas-manasin Souta kalo dia beli cokelat buat dimakan bareng sama suaminya, Tapi soutanya juga nanggepinnya biasa. Makanya Saeko mungkin udah mikir kalo Souta udah nggak tertarik lagi sama dia.
Pas Saeko di perjalanan pulang, ternyata Souta nelpon dan bilang kalo Souta bisa pergi sama Saeko.

Saeko langsung bikin appointment di handphone-nya, “Date” dan ditambah emoticon gambar hati. Kurang ajar banget emang ini cewek. Udah punya suami, tapi masih berbunga- bunga pas Souta nerima ajakan dia buat ngedate.

Tapi, disini Souta dan Saeko punya pandangan yang berbeda tentang “date” mereka kali ini. Souta nganggep, kalo “date” ini cuma sekedar nemenin istri orang lain buat jalan2 dan belanja. Sedangkan Saeko nganggep “Date” ini sebagai “Date” beneran. Jadi berubah ya karakternya.

Souta beneran udah berubah jadi Bad guy.

Episode ini kayak semakin mempertegas paradigma tentang “kalo bad guy itu lebih menarik perhatian cewek-cewek”. Gimana enggak, Souta berubah jadi bad guy, Saekonya malah ngejar- ngejar dong.

GUE PUAS BANGET SAMA EPISODE INI.

Dari awal, gue emang berharap Souta itu jadinya sama Saeko. Emang sih, gue benci sama Saeko, tapi gue juga nggak tega kalo ngeliat perjuangan panjang Souta buat ngedapetin Saeko itu berakhir mengecewakan. Setidaknya gue berharap Souta bisa ngedapetin apa yang dia impikan dari awal. Dia jadi Chocolatier itu karena Saeko. Choco la vie ada karena Saeko. Saeko itu udah jadi bagian dari hidup Souta.

TAPIIII, Di episode ini, ELENA jadi cewek favorit gue. Mizuhara Kiko menjalankan tugasnya dengan baik dalam memerankan Elena. Dia cute banget disini. Apalagi kalo ngobrol sama Souta. Gue suka pas dia ngomong, “Yukatta” ke Souta pas tahu kalo Saeko dateng ke choco la vie. Lucu.

Bagian favorit gue di episode ini salah satunya adalah pas Souta ngomong, “Ganbare, minna” pas tahu Olivier dan Elena lagi sama-sama berjuang buat ngedapetin apa yang mereka mau. Dalam hati gue, “Iya deh yang ketua pasukan “one-sided love”. Iya deh yang senior.”  

Bagian favorit gue lainnya adalah pas Souta ngomong, “Eroooo… Elena Erooo” pas Elena nyeritain apa yang dia bayangin tentang Saeko ke Souta. Dalam hati gue, “YAELAH PAKE NGATAIN ORANG ERO, Itu dari episode 1 isi kepala isinya apaan huh, ngebayanginnya yang gituan semua”.

Episode selanjutnya, Souta dan Saeko ngedate. akhirnyaaa…

Gue ikut seneng lho sama Souta. Banyak yang bilang, kalo mereka benci sama karakter Souta yang nggak bisa move on. Tapi, nggak tahu kenapa, gue nggak bisa benci sama dia. Gue nggak bisa benci sama orang yang berjuang buat dapetin apa yang mereka impikan, meskipun gue masih kecewa kenapa cewek yang diimpikan Souta harus banget udah jadi istri orang.

Udah episode 3, dan kayaknya gue nggak berlebihan kalo ngomong, “Gue nggak bisa ngebayangin semua karakter ini diperankan sama orang lain selain orang-orang yang memerankannya sekarang”.

Matsumoto Jun, Ishihara Satomi, dan Mizuhara Kiko memerankan perannya dengan sangat baik.

Gue nggak bisa ngebayangin Souta diperanin sama cowok lain selain Matsujun.

Begitu Juga  Saeko. dan juga Elena. Dan juga Olivier, Matsuri, dan Kaoruko.

Tepuk tangan buat orang bagian Castingnya nih.

Btw, gue juga banyak baca komentar orang- orang yang udah nonton Shitsuren Chocolatier , mereka pada kagum sama sinematografi drama ini. Sinematografi drama ini emang bagus banget. Nggak berasa nonton dorama, kayak nonton film. Bahkan film aja minder kali ya ngeliat dorama dengan sinematografi kayak gini.

Oiya, gue juga mau memuji orang yang milih lokasi buat syutingnya nih. Ada yang udah lihat pas Olivier nunggu Matsuri pulang sekolah? Itu gedung kampusnya warna cokelat semua lho. Anjiiir, Survei tempatnya detail amat. Dan kalopun merhatiin juga, resto tempat dinnernya Souta & Elena juga warna cokelat. Oiya, nggak cuma lokasi syuting, pemeran figuran lain yang cuma numpang lewatpun kebanyakan pada pake coat atau dress warna cokelat. Nuansa drama ini emang dibuat secokelat mungkin kayaknya.

Terus ada yang memperhatikan nggak sih, kalo sutradaranya kayaknya sukaaaa banget nyorot kaki atau langkah setiap karakter. Hampir semuanya udah pernah kena sorot lho. Souta, Saeko, Elena, Kaoruko, Sekiya. Tapi jadi bagus sih, jadi lebih detail dan mupeng sama sepatu- sepatu yang dipake sama Elena & Saeko. Di episode ini juga ada scene pas sepatunya Souta disorot, dan nggak tahu kenapa masih nggak percaya seorang chocolatier punya sepatu mahal kayak gitu. :/

Intinya, Makin kesini, episode Shitsuren Chocolatier makin bagus. Ada yang bilang, drama ini dibuat sama director atau editor yang kayaknya fans komiknya, jadinya feel komiknya itu terasa banget di drama ini. Gue setuju. Kelihatan banget kalo orang yang ngegarap drama ini suka sama pekerjaannya, dan enjoy ngejalaninnya, makanya hasilnya juga bagus.

Dan sepertinya, banyak mantan- mantan istri Matsujun yang kembali lagi ke pelukan Matsujun setelah ngeliat Souta di Shitsuren Chocolatier. Selamat, Matsujun. Sekali lagi kamu membuktikan kalo memerankan tokoh dari komik adalah salah satu keahlianmu~

Tagged , , , , ,

Subliminal Message dari Matsujun

Coba perhatikan gambar di bawah

Snow White & the Seven MatsuJuns

Credit: Ohbatennen @ Twitter

Dan sekarang lihat gambar di bawah ini….

The Snow White Murder Case

Credit: Jpopasia

Sekarang ngerti kan kenapa J suka pake kayak gituuuu akhir- akhir ini…

Satu kata dari gue buat Matsujun, NICE PR, BRO!!!

Kalo udah cinta sih, promosiin film pacar gimana caranya juga ditempuh ya mas…

MANIS BANGET SIH MAS!!!!!

Mereka yang Sibuk, Fans Yang Senang~

#np Arashi – Bittersweet

Tahun ini, Arashi udah terlihat sangat sibuk ya.

Drama/Film:

Ohno Satoshi: Kagi no Kakatta Heya SP

Matsumoto Jun: Shitsuren Chocolatier

Ninomiya Kazunari: Yowakutemo Katemasu

Sakurai Sho: Kamisama no Karute 2

Aiba Masaki: MIRACLE Debikuro-kun no Koi to Mahou (Debikuro-kun’s Love and Magic)

Single:

Bittersweet (Shitsuren Chocolatier OST)

TBA (Yowakutemo Katemasu OST)

TBA (MIRACLE Debikuro-kun no Koi to Mahou (Debikuro-kun’s Love and Magic) OST)

Album:

5×15 Anniversary

DVD:

ARAFES 2013

LOVE Concert Tour 2013

Nazodi Movie

Hidamari no Kanojo

Kagi no Kakatta Heya SP

Untuk drama ini, yang on-going dan confirm itu baru Shitsuren Chocolatier & Yowakutemo Katemasu, dan dua-duanya dari member favorit gue di Arashi, Jun dan Nino. Sampai episode 2, gue masih sangat puas dengan pembuatan Shitsuren Chocolatier, TINGGAL NUNGGU VOLUME 28 MASUK EPISODE MANAAA… *buat yang nggak tahu di volume 28 komik Shitsuren Chocolatier ada apaan, gue kasih tahu: Souta bakal melakukan apa yang dia lakukan ke Elena, tapi bedanya dia bakal melakukannya ke Saeko. HAHAHAHAHA. Beruntung sekali kau, Matsujun*

Untuk movie sendiri, Sho punya Kamisama no Karute 2 (yang sayangnya, sampai sekarang gue belum nonton yang pertama dikarenakan satu alasan yaitu rambutnya Sho yang enggak banget) dan film Aiba bersama Ikuta Toma yang sedikit membuat gue excited karena akhirnya ada member arashi selain Matsujun yang berani ngambil genre romance.

Dan untuk single,Arashi udah confirm bakal ada single buat OST Shitsuren Chocolatier & NTV Olympic, dan gue yakin drama Nino juga pake lagu Arashi. Kita ngomongin NTV masalahnya, dari jaman Kaibutsu-kun dan Holmes (yang kebetulan punya slot tayang sama) semuanya pake lagu Arashi untuk dijadikan ost. Dan nggak tahu kenapa, filmnya Aiba juga kayaknya pake lagu Arashi, secara Arashi jago banget bikin lagu yg cocok sama film atau drama bergenre romance. Dan, rasanya nggak salah kalo gue juga berharap Summer tahun ini, Riida akhirnya kebagian ngambil project drama, karena udah 2 tahun nih, Arashi nggak punya drama di summer, semenjak mereka 2 tahun berturut- turut jadi Main personality 24htv. JADI MUMPUNG MEREKA NGGAK JADI MAIN PERSONALITY, Silahkan terima project drama summer ya, Riida….

Dan untuk DVD sendiri, Arafes 2013 dan Love tour 2013 juga belum diumumin kapan keluarnya. Tapi untuk DVD, yang paling bikin gue excited sih Hidamari no Kanojo. Selain pengen nonton filmnya, gue juga pengen nonton bonus DVD-nya~. Matsujunnyya ganteng banget sih di Hidakano dengan model rambut kayak gitu. Gue juga pengen nonton Nazodi Movie, dan bonus DVD Kagi no Kakatta Heya.

Jadiii… Selamat buat fans Arashi. Kalo arashi sibuk dengan banyak nerima kerjaan, fansnya pasti juga senang…..

 

Notes: Gue nulis ini nggak lama setelah nonton episode 1 Kisarazu Cat’s Eyes. Biasa aja sih dramanya. Gue tiba- tiba nonton juga karena habis nonton Tokyo Friends Park-nya mereka. Dan scriptwriter drama ini kan Kudo Kankuro, jadi jaminan bagus deh. Sekarang gue bingung, mau nerusin atau enggak. Ada yg udah nonton sampe selesai? Bagus nggak? *dan gue baru tahu kalo ost drama ini juga dari Arashi. KEMANA AJA GUE!!!!!*

Tagged

Mencoba Membayangkan……

Kalo jadi teman main di rumah.

Matsujun itu tipe anak cowok yang kalo di rumah gue paling jago main bola dan kemanapun dia pergi, selalu diikutin sama anak- anak yang lain. Pokoknya, kalo dia sama temen-temennya mau main apa, dia yang nentuin. Preman sejak lahir, kayaknya.

Ohno itu tipe anak yang suka sendirian di pojokan ngorek-ngorekin tanah. Habis itu dia nemu serangga, terus ketawa- ketawa sendiri. Serem. -___-

Aiba itu tipe anak yang suka ngikutin Jun kemana-mana. Kalo Jun lagi main bola, dan bolanya ketendang jauh, Aiba bagian yang suka ngambilin bola. Kalo bolanya masuk got, dia yang sibuk ngelap- ngelap biar bolanya nggak basah. Kasian.

Nino itu tipe cowok yang suka ngikutin Jun kemana-mana juga, tapi dia habis itu lebih suka duduk-duduk manis di pinggir lapangan sambil main nintendo, terus tiba- tiba kepalanya kena Bola yang ditendang Jun. Sukurin.

Sho itu tipe anak yang kalo main sama temen-temennya, suka bawa minum dari rumah, biar nggak haus kalo lagi main. Udah gitu bawa uang jajannya banyak. Oiya, dia juga kalo main kemana-mana harus pake topi, biar nggak panas. Pokoknya anak dengan persiapan paling matang kalo mau main. Beda emang.

Kalo di sekolah,

Jun itu tipe-tipe anak yang sukanya duduk paling belakang. Pokoknya anaknya paling solider lah sama temen. Kalo ada temennya yang di-bully sama anak lain, dia orang yang selalu bilang, “Siapa, hah? Bilang sama gue, nggak usah takut”

Aiba itu anak yang duduk di depan Jun, jadi dia yang harus balik badan kalo ngumpul & ngobrol sama Jun. Kalo istirahat, tipe- tipe anak yang jajannya banyak, karena dititipin temen-temennya di kelas. Tapi nggak pernah nolak. Anak baik.

Sho itu KETUA KELAS. Duduknya paling depan, dan jadi ranking 1 di kelas. Seragamnya paling rapih, nggak lupa bawa bekal makanan, dan semua pensilnya udah diraut dari rumah. Oiya, bukunya juga disampul rapi.

Ohno itu duduknya di sebelah Jun, tapi hobinya tidur. Kalopun nggak tidur, kerjaannya gambar- gambar pake spidol di halaman paling belakang buku. Paling jauh gambar di tembok. Banyak yang heran kenapa orang kayak dia bisa duduk disebelah Jun.

Nino itu anak pendiam yang suka mainan sendiri. Nggak ngerti main sama siapa. Dia berhenti main Cuma kalo baterai nintendonya habis. Sama kalo lagi haus.

Kalo jadi kakak,

Matsujun itu tipe kakak cowok yang jarang banget gue temuin. Anak gaul, sibuk. Pulang sekolah langsung latihan baseball, terus sparring futsal. Tipe kakak cowok yang bakal gue bangga-banggain di sekolah, soalnya gantengnya nggak bisa ditawar.

Ohno itu tipe kakak cowok yang jarang banget gue ajak ngomong. Sebagai adik, gue juga bingung ini orang isi pikirannya apaan. Susah ditebak. Susah dicari. Pokoknya langka.

Aiba itu tipe kakak cowok yang berisik. Pokoknya mau ikut campur urusan gue lah. Tapi, kalo dimintain tolong apa aja mau. Soalnya nggak bisa nolak. Dari mereka berlima, Aiba yang paling gampang dibohongin.

Nino itu tipe kakak cowok licik. Selalu nyari muka didepan ortu. Nino itu tipe kakak cowok yang berpotensi lebih sering berantem sama gue dibandingkan empat lainnya.

Sho itu tipe kakak cowok yang paling dibenci sama anak- anak cowok tetangga gue. Udah pinter, rajin, sopan. Pasti sering dijadikan perbandingan, kayak “lihat itu Sho, udah pinter, baik, sopan. Nggak pengen apa pinter kayak Sho”. Tipe kakak cowok yang kamarnya lebih rapih kamar dia dibanding kamar gue. 

Dibuang Sayang…… RANDOM THOUGHTS ABOUT ARASHI PART 4

Jadi setelah ngubek- ngubek folder tulisan, ternyata gue nemu tulisan yang belum sempat di posting. Dan alasan kenapa postingan ini gue tulis “dibuang sayang” karena TULISAN YANG ADA DI POSTINGAN INI UDAH KADALUARSA BANGET….

T_____T

Jadi, berhubung… *ehem* gue lama nggak ngepost yang berujung pada hampir gagalnya gue melaksanakan resolusi gue tahun ini untuk blog, SAYA MANFAATKAN MOMEN INI UNTUK CURANG…

Hahahaha… *miris*

Bodo’lah. Gue sibuk juga gara- gara Arashi. Gue nulis juga tentang Arashi. Masalahnya Cuma muter- muter di gue dan Arashi doang padahal, jadi nggak masalah~

——

——

Terlalu banyak berita luar biasa dari Arashi beberapa hari terakhir ini. Gue belum selesai atas kehebohan berita satu, muncul berita lain yang nggak kalah hebohnya.

  1. Arashi berhasil membawa ENAM penghargaan Oricon
  2. Gue jadi suka “sugar & salt” by Sakurai Sho gara- gara nonton cuplikan performance dia. Seperti gue bilang sebelumnya, disini Sho itu punya rasa GARY. Dari mulai musiknya, dan suara rendahnya.
  3. Buat yang ngerasa belum sreg sama album LOVE dari Arashi, saya sarankan nonton cuplikan konser mereka. Berkat nonton 18 wideshot cuplikan konser Arashi (IYA. 18. Gila kan, konsernya diberitain 18 news program), gue berhasil suka sama Sugar & Salt, Hit the floor, Sayonara no Ato de, Ai wo Utaou, dan Rock Tonight. Setelah sebelumnya tracklist gue nggak jauh- jauh dari Paradox, Funky, 10825nichi, dan Tears. Itu artinya, tinggal 2 lagi yang belum berhasil ditakhlukkan Arashi, Confusion & Starlight Kiss. Btw, gue nggak suka sama lagu solo-nya Jun & Aiba. Kita tunggu DVD-nya. Siapa tahu gue akan suka. Report konser ini harus banget ditulis pisah sama post ini, karena banyak banget yang mau gue tulis.
  4. Arashi merayakan keberhasilan mereka membawa 6 perhargaan Oricon dengan makan ramen & gyoza di restoran dengan semuanya dibayar Riida. IYA. Mereka idol saya, yang berhasil jadi Top Sales Oricon dengan jumlah penjualan sebesar 14.190.000.000 yen, yang kalo kita rupiahkan sekitar…. 1,490 Triliun dengan makan ramen & gyoza ditraktir riida-nya. (Hwaaa, gue nulis ini sambil berkaca- kaca. Arashi, kalian kalo mau sombong, nggak apa- apa kok. Saya ngerti. kalian jangan terlalu humble gini kenapa.. Saya jadi makin cintaaa)
  5. Perlu saya tulis apa penghargaan buat Arashi tahun ini?
  • No.1 profit album Sales for LOVE Album with a total of 2.58 BILLION YEN.
  • No.1 profit DVD Sales for ARAFES with a total of 4.67 BILLION YEN.
  • No. 1 album sales copies for LOVE with a total of 707.000 copies.
  • No.1 DVD Sales copies for ARAFES 2012 with a total sales 806.000 copies.
  • No.1 Total DVD Sales by an Artist for ARAFES and Popcorn with total of 2 BILLION YEN.
  • No. 1 Total Sales artist of the year with a total of 14.19 BILLION YEN. Yang terakhir, sengaja saya bold karena buat gue, prestasi seorang musisi/artis kalo mau dinilai dengan uang atau angka, predikat yang saya BOLD itulah yang pasti dikejar. Btw, ini KALI KETIGA Arashi mendapatkan predikat tersebut setelah tahun 2009 dan 2010 juga berhasil mendapatkannya 

 

6. Banyak fans grup lain yang heran & bilang kalo Arashi nggak real setelah ngeliat Penjualan Music DVD Arashi. Arashi tahun ini mengeluarkan 2 Music DVD, Arafes & Popcorn, dan keduanya berhasil menduduki posisi 1 dan 2 dengan masing –masing penjualannya 800ribu copies dan 700ribuan copies. Sedangkan peringkat 3 dibawah mereka hanya berhasil menjual 200ribu copies. Dan buat yang nggak tahu, Music DVD itu lebih mahal 3-4 kali lipat dibanding single. Itulah yang bikin wah. Arashi mampu menjual Music DVD yang notabene lebih mahal, LEBIH BANYAK dibanding Single mereka, Endless Game, yang terjual sekitar 560ribuan copies.

7.  Mereka datang ke presscon pagi, lalu siangnya mereka lunch bareng, dan sorenya mereka konser di Tokyo Dome. pas MC, mereka cerita kalo mereka merayakan keberhasilannya dengan lunch bareng. Dan Matsujun bilang, “It’s been a while since we ate together.”Dan gue jadi sedih. Jadwal padat mereka masing- masing membuat mereka jarang makan bareng. tapi syukurlah, sekalinya mereka makan bareng berlima, mereka sambil merayakan keberhasilan mereka di Oricon.

8.  Pasca Oricon Ceremony, CEO Oricon mengeluarkan statement yang menarik di interview beliau.

“These days, most artists add something extra, like tickets or a chance to attend a meet-and-greet. BUT, Arashi is traditional. It is evident that each album sold is purchased by genuine fans.

Press, you make sure that you recognize just how grand a feat this is when you go to print your articles or broadcast it on TV. “ Koike Kou, CEO of Oricon Inc.

Kalo ngikutin gimana gimmick yang dipakai artis lain buat jualan single/dvd, pasti tahu lah maksudnya. Dan buat yang nggak tahu, saya jelaskan singkat. CEO Oricon (mungkin) menyindir AKB48, Exile, Yamapi, dan artis lainnya yang nge-bundling single/album mereka dengan tiket konser, Handshake event, fanmeeting dan lain sebagainya. SAYA CINTA SAMA CEO ORICON karena statement ini.

Gue yakin kok, kalo Arashi ngerilis single dengan 6 versi sama kayak apa yang AKB lakukan, penjualannya juga bakal Million copies, tapi Arashi memilih untuk tetap tradisional karena mereka nggak mau membebani fans dengan membeli banyak versi. Arashi juga bisa nge-bundling single mereka dengan handshake event & fanmeeting kalo tujuannya million copies, TAPI KAPAN SELESAINYA. Dan, Sorry to say, Arashi nggak perlu jualan Single dengan ngebundling sama tiket konser. Single mereka tetap laku keras tanpa harus kayak gitu. Malu-lah harusnya Exile, secara mereka mengaku dirinya Musisi atau Artist, tapi jualannya Idol banget. Arashi yang IDOL aja juga nggak gitu- gitu amat. Jadi kesindir kan kalo gini sama statement CEO Oricon….  

9.  Last but not least, gue mau ngasih selamat sama Nissan, JAL, Hitachi, Kirin Beer, dan puluhan perusahaan lainnya yang memakai Arashi jadi endorser, KALIAN berhasil membuat produk kalian di endorse sama TOP Sales Artist tahun ini. Untuk tahun depan, kalo mau memperpanjang kontrak, siap- siap harganya lebih mahal daripada kontrak tahun ini yak. Tapi nggak apa-apalah. Jualannya makin laku kan? Iyalah. National Idol (entah kenapa gue lagi pengen banget nulis ini. Arashi nggak suka sombong, jadi gue bantuin sombong biar yang lain juga setidaknya tahu kalo Arashi MASIH bisa punya prestasi luar biasa kayak gini meskipun semua membernya udah 30tahunan semua)

Tagged ,